Saturday, February 28, 2015

Anak Pantai

Sering kita dengar sebutan "Anak Pantai" di kalangan masyarakat. Itu membuat saya cukup tertarik dengan banyak pertanyaan, apa itu anak pantai...?
Akhirnya, saya bisa melihat langsung yang sering disebut - sebut anak pantai. Ternyata, sekumpulan anak yang suka bermain di area pantai yang melakukan kegiatan seperti surfing, berlatih juggling, dan melakukan kegiatan di pantai lainnya. 
Pada saat itu, beberapa saya melihat ada anak pantai sedang melakukan aksi surfing di tengah gulungan ombak. Cukup menakjubkan aksinya, membuat adrenalin kita seakan naik ingin ikut melakukan aksi-aksi tersebut. 
Melihat dari kejauhan cukup menarik sekali dilihat dari balik gulungan ombak-ombak besar yang mengitari mereka. Tetapi yang membuat kita cukup kagum. Mereka rata-rata masih sepantaran anak SMP atau SMA. Kaget dalam hati, dan cukup WOW...!!! melihat aksi mereka...bak peselancar profesional mereka memainkan papan luncur diatas ombak. 


LUKIS BAMBU - Khas Desa Tenganan

Lukis Bambu (2015), kita bisa jumpai proses pembuatan secara langsung para pengrajin lukis bambu di Desa Adat Tenganan, Bali. 
Dengan hanya memberikan uang sukarela untuk masuk ke area yang cukup luas di bagian utara pulau bali ini, kita bisa merasakan susasana kental khas bali. Dan bisa melihat secara langsung proses pembuatan Lukis Bambu yang biasa kita jumpai di pasaran. Tetapi dengan kekhasan dan corak yang begitu melekat sekali dengan budaya tenganan, kita melihat goresan - goresan tangan para pengrajin lukis sembari menikmati suasana yang begitu akrab. 

"Berapa bapak jual hasil kerajinan ini..?" tanya saya saat memulai pembicaraan singkat dengan salah seorang pengrajin lukis bambu. 

"Tergantung besar kecil dan rumitnya gambar, mas..." tutur bapak pengrajin tersebut. 
"Kalau yang rumit ini (sambil menunjukkan contoh karyanya) biasa untuk wisatawan lokal kami jual 150 ribu itu juga bisa ditambahi nama yang beli....dan untuk wisatawan luar kami jual 400 - 600 ribu..." tutur bapak pengrajin yang bernama Tutman dengan logat khas balinya. 
"Untuk bahannya apa saja itu, Pak..?" tanya saya ingin tahu.
"Untuk bahan pewarna ini, memakai kemiri (sambil menunjukkan tempat yang berisi kemiri).." lanjut bapak tutman melanjutkan pekerjaannya.
Banyak sekali yang bisa kita lihat dari kegiatan - kegiatan masyarakat desa Adat Tenganan. Mulai dari pembuatan kain songket asli bali, pembuatan lukis bambu, dan beberapa kegiatan yang cukup unik bisa kita lihat di desa Adat ini. //Johanest

TARI REJANG - Desa Tenganan, Bali

Tenganan (5 Februari 2015), Desa Adat Tenganan pada saat lalu melaksanakan prosesi adat yang biasa dilakukan oleh masyarakat adat bali. Beberapa yang menarik para perekam gambar entah dari media atau para hobi yaitu Tarian yang dilakukan oleh gadis-gadis belia yang biasa disebut dengan Tari Rejang. Dengan secara bergantian mereka menari dengan mengikuti alunan musik yang dilantunkan. 
Tari Rejang itu sendiri, sebuah tarian kesenian rakyat/suku Bali yang ditampilkan secara khusus oleh perempuan dan untuk perempuan. Gerak-gerik tari ini sangat sederhana namun progresif dan lincah. Biasanya pagelaran tari Rejang diselenggarakan di pura pada waktu berlangsungnya suatu upacara adat atau upacara keagamaan Hindu Dharma.
Tarian ini dilakukan/ditarikan oleh penari-penari perempuan Bali dengan penuh rasa hidmat, penuh rasa pengabdian kepada Dewa-Dewi Hindu dan penuh penjiwaan. Para penarinya mengenakan pakaian upacara yang meriah dengan banyak dekorasi-dekorasi, menari dengan berbaris melingkari halaman pura atau pelinggih yang kadang kala dilakukan dengan berpegang-pegangan tangan.

Dengan beberapa upacara-upacara yang dilakukan sangat begitu kental dengan suasana khas bali. 
Menawan dan sangat menarik untuk merekam moment penting seperti ini. Menurut beberapa masyarakat asli Desa Tenganan upacara seperti ini biasa dilaksanakan setiap satu tahun sekali. //Johanest








Road Race 2014 (GOR Satria Purwokerto), terlihat beberapa pembalab menunjukkan aksinya pada setiap putaran di tikungan - tikungan tajam. Demi sebuah kemenangan mereka beraksi dengan sangat sengitnya, walau hujan para pembalap tetap menunjukkan aksinya. //Johanest

Malam PASKAH 2014


Malam Paskah 2014, Suasana khidmat dirasakan sekali sesaat lilin Paskah dinyalakan. Dengan suasana gelap yang hanya diterangi nyala lilin tersebut, terlihat beberapa Muda Mudi Katolik Gereja St. Yoseph Purwokerto mengikuti upacara perayaan lilin Paskah.

TABLO Kisah Sengsara Yesus (PASKAH 2014)

TABLO, deretan kisah sengsara Yesus pada saat paskah 2014 yang digelar secara khidmat oleh Umat Katedral Kristus Raja Purwokerto. Kisah cerita yang diperankan oleh MUDIKA OMKER, cukup membuat beberapa umat meneteskan air mata saat melihat adegan demi adegan kisah sengsara yesus sebelum disalibkan, wafat dan dimakamkan.//Johanest

Strombolin Lava Pijar Gunung Slamet


Strombolin lava pijar Gunung Slamet, pada tahun 2014. Dampak dari lontaran strombolin lava pijar, mengakibatkan daerah vegetasi di atas puncak menjadi lebar dan adanya penggundulan yang cukup signifikan. Tetapi, masyarakat setempat meyakini bahwa semburan lava pijar tersebut tidak akan mengakibatkan dampak yang cukup berbahaya seperti gunung - gunung berapi lainnya. Argumen tersebut di sanggah dengan adanya warga kawasan kalipagu yang tetap beraktivitas seperti biasa walau gunung slamet menunjukkan aktivitasnya.